Motif batik khas Bengkulu, konon, merupakan sebuah adopsi campuran
dari motif kaligrafi Jambi dengan Cirebon. Adopsi itu membentuk sebuah
desain batik khas Bengkulu. Batik khas Bengkulu secara umum terdiri dari
dua jenis. Pertama adalah batik Besurek dengan motif khasnya berupa
tulisan kaligrafi. Dan kedua adalah batik Pei Ka Ga Nga atau disebut
juga dengan batik Ka Ga Nga yang memiliki motif berupa tulisan asli
masyarakat Rejang Lebong. Beberapa motif dasar dari batik Besurek antara
lain: motif kaligrafi (diambil dari huruf-huruf kaligrafi. Untuk batik
Besurek modern, biasanya kaligrafinya tidak bermakna); motif bunga
rafflesia; motif burung kuau (bergambar burung yang terbuat dari
rangkaian huruf-huruf kaligrafi); motif relung paku; dan motif rembulan.
Berikut ini beberapa motif batik Besurek:

Senin, 30 April 2012
Batik Bengkulu
Diposting oleh Aulia koesandini 0 komentar
Batik Jambi
Berbeda dengan batik Jawa yang menggunakan potongan-potongan kain
panjang, batik Jambi biasanya datang dalam bentuk jubah longgar, sarung,
atau sebagai selendang/syal. Warna khas yang biasa dijumpai pada batik
Jambi adalah merah, biru, hitam, dan kuning. Motifnya pada umumnya
diambil dari alam, seperti tumbuhan, hewan, dan aktivitas sehari-hari
warga Jambi. Motif batik Jambi yang terkenal antara lain adalah motif
kapal sanggat, burung kuau, durian pecah, merak ngeram, dan tampok
manggis.
Berikut ini adalah motif-motif Batik Jambi yang beraneka ragam. Kamu suka yang mana?


Diposting oleh Aulia koesandini 0 komentar
Batik Aceh
Motif batik Aceh rata-rata menampilkan unsur alam dan budaya dalam
paduan warna-warna berani seperti merah, hijau, kuning, merah muda, dan
sebagainya. Warna-warna berani pada batik Aceh inilah yang menjadi ciri
khas batik Aceh.
Motif-motif pada batik Aceh umumnya melambangkan falsafah hidup
masyarakatnya. Motif Pintu Aceh misalnya, menunjukkan ukuran tinggi
pintu yang rendah. Kenyataannya, rumah adat Aceh memang berpintu rendah,
namun di dalamnya memiliki ruangan yang lapang. Motif tolak angin
menjadi perlambang banyaknya ventilasi udara di setiap rumah adat. Motif
tersebut mengandung arti bahwa masyarakat Aceh cenderung mudah menerima
perbedaan.
Selain motif-motif tersebut juga terdapat beragam motif dan corak
khas Aceh yang indah dari batik Aceh, antara lain Pintu Aceh, Bungong
Jeumpa, Awan Meucanek, Pucok Reubong, dan lain-lain.

Diposting oleh Aulia koesandini 0 komentar
Kamis, 08 Maret 2012
Batik Tiga Negeri
Konon menurut para pembatik, air disetiap daerah memiliki pengaruh besar terhadap pewarnaan, dan ini masuk akal karena kandungan mineral air tanah berbeda menurut letak geografisnya. Maka dibuatlah batik ini di masing-masing daerah. Pertama, kain batik ini dibuat di Lasem dengan warna merah yang khas, seperti merah darah, setelah itu kain batik tersebut dibawa ke Pekalongan dan dibatik dengan warna biru, dan terakhir kain diwarna coklat sogan yang khas di kota Solo.
Mengingat sarana transportasi pada zaman itu tidak sebaik sekarang, maka kain Batik Tiga Negeri ini dapat dikatakan sebagai salah satu masterpiece batik.
Sumber: http://batikpekalongan.wordpress.com/category/ensiklobatik/
Diposting oleh Aulia koesandini 0 komentar








